Wednesday, 3 October 2012

Mengenang G 30 S/PKI


Menengok Lokasi Pembantaian
7 Jenderal

Monumen Pancasila Lubang Buaya

30 September, 47 tahun silam. Sebuah tragedi itu terjadi. Sebuah usaha kudeta yang dilakukan anggota PKI terhadap pemerintahan yang sah terjadi. Hari itu, mereka merencanakan kudeta dengan cara menculik dan membunuh dengan bengis para petinggi militer
Angkatan Darat.

Untuk mengingat peristiwa itu, lokasi dan sejumlah benda-benda peninggalan mereka yang dibunuh atau pahlawan revolusi itu diabadikan di sebuah museum yang kebetulan juga menjadi lokasi peristiwa itu terjadi. Simak gambar-gambarnya di sini.
Rumah yang digunakan sebagai dapur umum bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai dapur umum bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai dapur umum bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai dapur umum bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai dapur umum bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai dapur umum bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai dapur umum bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai dapur umum bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai dapur umum bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai dapur umum bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai pos komando bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai pos komando bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Sumur sedalam 12 meter dan berdiameter 75 cm yang digunakan PKI untuk mengubur jenazah Jenderal dan korban G 30 S PKI di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Rumah yang digunakan sebagai pos komando bagi pasukan PKI yang bertugas menculik 7 Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965 (G 30 S/PKI) di kawasan Monumen Lubang Buaya Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Diorama penyiksaan Mayjen S Parman, Mayjen Suprapto, Brigjen Sutoyo dan Lettu Pierre Tendean di serambi rumah dalam kompleks Monumen Lubang Buaya, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Diorama penyiksaan Mayjen S Parman, Mayjen Suprapto, Brigjen Sutoyo dan Lettu Pierre Tendean di serambi rumah dalam kompleks Monumen Lubang Buaya, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Diorama penyiksaan Mayjen S Parman, Mayjen Suprapto, Brigjen Sutoyo dan Lettu Pierre Tendean di serambi rumah dalam kompleks Monumen Lubang Buaya, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Pakaian dan barang-barang milik Brigadir Pol. K.S. Tubun, korban keganasan peristiwa G 30 S/PKI yang disimpan di Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Pakaian dan barang-barang milik Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, korban keganasan peristiwa G 30 S/PKI yang disimpan di Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Pakaian berdarah dan barang-barang milik Letnan Satu Pierre Tendean, korban keganasan peristiwa G 30 S/PKI yang disimpan di Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Barang-barang milik Mayor Jenderal S. Parman, korban keganasan peristiwa G 30 S/PKI yang disimpan di Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Celana berdarah dan barang-barang milik Brigadir Jenderal D.I. Pandjaitan, korban keganasan peristiwa G 30 S/PKI yang disimpan di Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Celana berdarah dan barang-barang milik Letnan Jenderal Ahmad Yani, korban keganasan peristiwa G 30 S/PKI yang disimpan di Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Pakaian dan barang-barang milik Letkol Sugiyono (kiri) dan Kolonel Katamso, korban keganasan peristiwa G 30 S/PKI yang disimpan di Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.
Baju berdarah dan barang-barang milik Mayor Jenderal R. Suprapto, korban keganasan peristiwa G 30 S/PKI yang disimpan di Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu, 4 Juli 2012.

No comments:

Post a Comment

Silahkan anda komentar, namun secara santun & dengan tidak melakukan komentar spam, terima kasih.