Friday, 28 September 2012

Orangutan Bukit Lawang

Berkenalan dengan Orangutan Liar
di Bukit Lawang


Bukit Lawang sempat rusak parah akibat banjir besar
(Olenka Priyadarsani)

Saat ini makin sulit menemukan satwa yang dilindungi di alam bebas, misalnya orangutan. Satwa langka ini hanya bisa ditemui di beberapa titik di Indonesia. Selain Tanjung Puting di Kalimantan, orangutan yang masih hidup bebas berada di hutan Gunung Leuser.

Kawasan wisata Bukit Lawang berada di Sumatera Utara dan merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser yang membentang dari Sumatera Utara hingga Aceh. Objek wisata ini sudah lama dikenal oleh masyarakat sekitar namun pernah rusak parah akibat banjir besar pada tahun 2003.

Memang, objek utama di Bukit Lawang adalah Sungai Bahorok — atau sering disebut Sei Bahorok. Sungai besar dengan hutan lebat di sisi kanan kirinya menjadikan tempat ini favorit bagi mereka yang ingin melarikan diri dari kesibukan kota besar.

Anda bisa menjelajahi hutan hingga sampai di Tangkahan, sebuah objek wisata menarik lainnya di Sumatera Utara. Bila Anda seorang petualang tangguh, mungkin Anda ingin melakukan jelajah hutan hingga ke Ketambe di wilayah Aceh bagian selatan. Karena keterbatasan waktu karena sedang melakukan backpacking lintas Sumatera Utara dalam waktu beberapa hari saja, saya hanya melakukan jelajah hutan satu hari.

Disertai seorang pemandu, saya memulai perjalanan singkat menjelajah Gunung Leuser. Hutan hujan tropis yang saya lalui masih cukup lebat, kicau burung terdengar bersahutan. Ranting berderak patah terinjak kaki-kaki kami. Beberapa kali kami harus melewati sungai kecil yang mengalir di tengah hutan.

Orangutan Liar 
(Olenka Priyadarsani)
Sungguh beruntung, kami bertemu dengan seekor orangutan besar yang tengah bergelantungan di dahan-dahan pohon. Pemandu kami memperingatkan untuk tidak terlalu dekat, karena orangutan tersebut masih liar. Berbekal kamera dengan lensa yang cukup memadai, kami berhasil mendapatkan gambar orangutan tersebut walaupun kurang sempurna.

Perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit hingga saya sampai di Gua Kampret. Gua tersebut tidak begitu besar namun cukup menarik. Setelah puas mengambil gambar di dalam dan luar gua, kami pun meneruskan perjalanan menembus hutan. Dalam perjalanan pulang, kami melewati perkebunan karet dan coklat.

Selain perjalanan ke Gua Kampret, wisatawan dapat memilih trekking ke Panorama Point, dengan jalur yang lebih sulit. Ada beberapa jalur lain yang dapat diikuti tergantung minat dan stamina Anda.

Mungkin Anda hanya ingin bermalas-malasan? Bukit Lawang juga lokasi yang tepat untuk bersantai. Kebanyakan penginapan di lokasi ini menerapkan konsep eco-lodging. Banyak di antaranya yang menyediakan tempat tidur gantung di beranda, sehingga Anda dapat bersantai sambil menikmati hijaunya pemandangan.

Anda juga dapat melakukan berbagai aktivitas seperti bermain air di sungai, tubing, memancing, serta bersosialisai dengan masyarakat setempat. Di sore hari, menikmati kopi tentu sangat menyenangkan.

Bukit Lawang terletak sekitar 86 km dari Medan. Anda dapat menumpang bus Pembangunan Semesta atau mobil L-300 dari Terminal Pinang Baris di Medan. Waktu tempuh antara 3-4 jam karena kondisi jalan yang rusak.

Di Bukit Lawang ada beberapa pilihan penginapan dengan fasilitas standar, namun cukup memadai. Beberapa di antaranya adalah Jungle Inn, Bukit Lawang Indah, Back to Nature Guesthouse.

Berita Terkait

No comments:

Post a Comment

Silahkan anda komentar, namun secara santun & dengan tidak melakukan komentar spam, terima kasih.