Tuesday, 10 July 2012

Arafat diracun Mossad?

Ada yang Mencurigakan 
dalam Kematian Arafat

Yasser Arafat
RAMALLAH - Pengacara dari Yasser Arafat, Bassam Abu Sharif, menyalahkan Otoritas Palestina karena gagal memenuhi tanggung jawabnya dalam mengungkap kematian Arafat. Sharif mengakui adanya hal yang mencurigakan dalam kematian Arafat.


"Otoritas Palestina harus membuka proses penyelidikan untuk mengungkap kematian Arafat, sejauh ini ada sejumlah hal yang cukup mencurigakan atas kematian Arafat," ujar Sharif, seperti dikutip Maan, Jumat (6/7/2012).

"Salah satunya adalah kegagalan Palestina menuntut proses otopsi," imbuhnya.

Sharif menyalahkan tim negosiator Palestina yang saat itu mengadakan perundingan dengan mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon terkait proses perawatan Arafat. Sharif pun mendesak Otoritas Palestina agar mengadakan penyelidikan lebih lanjut tentang kematian kliennya.

Saat ini, Otoritas Palestina sudah menyetujui proses otopsi ulang yang dilakukan lewat penggalian kubur mendiang Arafat. Mereka mencoba untuk mengungkap misteri kematian Arafat yang diduga tewas akibat racun polonium.

Sebelumnya, seorang penulis Richard Silverstein melaporkan adanya keterlibatan dinas intelijen Israel (Mossad) dalam pembunuhan Arafat. Dalam tulisannya, Ehud Olmert yang menjadi tangan kanan Perdana Menteri Israel saat itu Ariel Sharon, sempat mengancam untuk membunuh Arafat.

Sharon pun dikabarkan sangat terobsesi untuk membunuh pemimpin Palestina yang saat itu berusia 75 tahun. Namun pernyataan itu dibantah oleh Negeri Yahudi. Israel mengklaim, penyebab kematian Arafat sudah tercantum pada laporan medis yang saat ini ada di tangan janda Arafat, Suha Arafat.

Sumber

Berita Terkait

No comments:

Post a Comment

Silahkan anda komentar, namun secara santun & dengan tidak melakukan komentar spam, terima kasih.