Monday, 19 March 2012

Muhammad Rasulullah SAW

Kecerdikan & Juru Damai
Muhammad Shollallahu Alaihi 
wa Sallam



Ketika masih remaja Rasulullah Shollallahu Alaihi wa Sallam telah menunjukkan diri sebagai juru damai bagi berbagai kelompok suku yang sering terlibat dalam peperangan. Ketika itu “Hajar Aswad” (batu hitam) terjatuh dari tempat aslinya di sudut Ka’bah akibat banjir.

Akibatnya hampir saja terjadi pertumpahan darah karena semua suku merasa paling berhak untuk mengembalikan Hajar Aswad ke tempat aslinya, dipandang sebagai salah satu kehormatan dan prestise kesukuan bangsa Makkah, Muhammad Shollallahu Alaihi wa Sallam, yang ketika itu masih berumur belia, justru keluar dengan ide yang cemerlang dan diterima oleh semua suku yang bersengketa. 

Beliau mengusulkan bahwa penentuan siapa yang berhak mengembalikan Hajar Aswad ke posisi semula, ditentukan oleh siapa yang paling dini memasuki Masjidil Haram. Ternyata, dari sekian banyak pembesar Makkah yang berminat memasuki Masjidil Haram untuk pertama kali, ternyata Muhammad Shollallahu Alaihi wa Sallam yang pertama memasuki Masjidil Haram. Meskipun beliau yang berhak mengembalikan Hajar Aswad, namun beliau menyadari dan pasti timbul rasa kurang enak di kalangan para pembesar suku Makkah itu. Untuk itu beliau meruh “Hajar Aswad” dengan tangannya ke atas sebuah sorban, lalu semua kepala suku dipersilahkan untuk mengangkatnya secara besama-sama dan diletakkan kembali keposisi aslinya.

Subhanallah ! tindakan yang cemerlang dan bijak tersebut telah menghindarkan pertumpahan adarah, bahkan lebih jauh mengajarkan rasa kebersamaan dan keinginan untuk mencapai kebaikan secara gotong royong. Keberhasilan Muhammad muda Shollallahu Alaihi wa Sallam tersebut merupakan cerminan watak asli yang damai serta memiliki komitmen yang tinggi untuk memujudkan perdamaian di antara sesame manusia.

Rasulullah juga, menjadi juru damai dalam masyarakat Madinah, ketika beliau hijrah. Karena itu orang-orang Madinah yang belum muslim sekalipun menerima kepemimpinan beliau yang sukses menghentikan perang Bu’ats di antara suku Aus dan Khazraj yang telah berlangsung selama 40 tahun.

No comments:

Post a Comment

Silahkan anda komentar, namun secara santun & dengan tidak melakukan komentar spam, terima kasih.