Saturday, 24 September 2011

Hendra Cipta Meninggal Dunia

Sang Antagonis
Hendra Cipta Dalam Kenangan

Dunia perfilman Indonesia kembali berduka. Aktor senior Hendra Cipta menghembuskan nafas terakhirnya Sabtu (24/9/) di usia 64 tahun. Ia meninggalkan seorang isteri dan 2 orang anak. Diantara pelayat yang hadir di rumah duka, tampak aktor kawakan Deddy Mizwar.


Sunday, 18 September 2011

Awas! Pake Tas Palsu di Bandara

Hati-Hati Membawa Tas Bermerek Palsu!



Artis Dewi Rezer bersama rekannya, Khairiyyah Sari, berfoto bersama puluhan tas branded bekas milik para selebriti di Dea Studio, Tebet, Jakarta Selatan. Tas-tas tersebut nantinya akan dipasarkan melalui dunia maya, dan dijual mulai Rp 1 juta hingga puluhan juta rupiah.
KOMPAS.com - Hati-hati membawa tas palsu dari merek terkenal. Sudah banyak cerita di kalangan ibu-ibu, ketika mendarat di pelabuhan internasional, tas palsu itu disita petugas. Masih mending cuma disita, kadang barang tersebut dihancurkan di depan mereka—mungkin untuk mempermalukan.

Pengawasan barang palsu memang semakin ketat. Seperti diceritakan Cicilia King, Communication Manager Louis Vuitton (Indonesia), terutama di Eropa pihak perusahaan melakukan pendidikan termasuk kepada petugas-petugas di bandara sehingga mereka mampu mengidentifikasi suatu barang asli atau palsu. Louis Vuitton, menurut berbagai catatan, adalah merek terkenal paling banyak dipalsu.

Meski kualitas barang palsu makin hari semakin canggih—kadang sulit bagi yang tak akrab dengan dunia konsumsi untuk membedakannya dari yang asli—petugas toko pasti bisa membedakan. Ada cerita, seorang wanita dari Indonesia berbelanja di sebuah butik merek terkenal di Singapura. Tas yang dipakainya asli. Hanya ketika mengeluarkan dompet kecil dari dalam tas, pihak toko sempat melihat sepintas dompetnya. Tak berapa lama sepulang ke Indonesia, wanita itu menerima surat dari merek terkenal tadi yang isinya peringatan berikut konsekuensi hukumnya, bahwa dia memakai dompet palsu dari merek mereka.

Soal pemalsuan dianggap serius oleh merek-merek terkenal. Mereka merasa perlu melindungi merek dagangnya, desain, berikut hak ciptanya. Cicilia King mengatakan, di Indonesia urusan legal berkaitan dengan pemalsuan dibawahi oleh departemen yang mengurusi hal ini untuk kawasan Asia Pasifik. Ia menunjukkan catatan yang pernah dilakukan Louis Vuitton, misalnya penggerebekan empat pabrik dan tiga gudang di Gyeonggi, Korea, penangkapan truk yang memuat 40.000 produk palsu di Guangzhou, China, dan lain- lain. Bukan hanya di Asia, operasi seperti itu juga menemukan berbagai produksi palsu di Eropa, Amerika, serta Amerika Latin.

Logo, simbol

Kalau pada kenyataannya barang palsu masih terdapat di mana-mana di sekitar kita, itu semata-mata menunjukkan memberantas pemalsuan memang bukan soal mudah. Dana Thomas, penulis buku berjudul Deluxe (2007) yang menceritakan ihwal barang-barang mewah, menuturkan pengalaman ketika dengan seorang pejabat urusan legal dari sebuah merek mewah mengunjungi Guangzhou, China. Guangzhou dikenal dunia sebagai tempat diproduksinya berbagai tiruan merek mewah.

Katanya, memberantas pemalsuan di China tidak mudah. Konfusius mendemokratisasikan pendidikan di China pertama-tama dengan mendorong pengopian karya pemikir-pemikir besar, agar pengetahuan cepat menyebar ke semua kelas. Tambah rumit, pemerintahan komunis mengisyaratkan semua properti milik negara—bukan individual, perusahaan, atau korporasi. Tahun 1980-an mulai ditetapkan undang-undang berhubungan dengan paten dan merek dagang. Selama berabad-abad mereka terbiasa mengopi apa saja, tiba-tiba harus stop, apakah persoalan kemudian sesederhana itu? Di situ terjadi semacam dilema kebudayaan.

Sejarah peniruan atau pemalsuan konon setua peradaban ini sendiri. Di Roma pada 100 tahun sebelum Masehi, muncul kelompok kaya baru. ”Kekayaan tidak serta-merta memberikan status,” kata Jonathan Stamp, ahli sejarah klasik dan pembuat film dokumenter seperti dikutip Thomas. ”Dibutuhkan kekayaan plus sesuatu yang lain, misalnya obyek.”

Untuk mendapatkan status seperti kelompok kaya sebelumnya, kelompok kaya baru ini mulai meniru-niru perkakas dan berbagai peranti orang kaya lama. Lahirlah barang-barang tiruan, meluas seiring meluasnya kelompok kaya baru itu.

Nyaris menjadi kodrat, orang mengekspresikan status lewat simbol-simbol—pakaian, ornamen, dan barang-barang kepemilikan lain. Juga melekat pada sebagian besar orang, kecemasan mengenai bagaimana orang lain menilai status sosial mereka. Di situ simbol semakin menemukan signifikansi peran.

Logo Louis Vuitton yang terkenal dengan huruf L dan V saling kunci disertai motif floral diciptakan Georges Vuitton tahun 1896, untuk mengenang ayahnya, Louis Vuitton. Kini, simbol itu dipalsu di mana-mana.

Kalau melihat dinamika bisnis sekarang di mana simbol dan merek dikedepankan sebagai ujung tombak untuk menjual produk, bisa dibayangkan nilai sebuah simbol, sebuah logo. Perusahaan-perusahaan modern menginvestasikan ribuan sampai jutaan dollar untuk sebuah logo, simbol—istilah bisnisnya ”branding”. Untuk barang-barang luks, investasi bagi citra yang diwujudkan lewat logo bisa mengungguli investasi untuk produknya sendiri—obyek yang diingini publik.

Suatu kali mengunjungi Paris dan berkesempatan melihat workshop Louis Vuitton, terlihat betapa rumit mereka menciptakan produk untuk menghindari peniruan. Diciptakan kode-kode khusus, termasuk variasi kunci bagi trunk mereka, yang kalau kunci hilang, hanya pabrik mereka yang bisa membetulkan variasi kunci itu. Barang harus dikirim ke workshop di Paris. Penyelesaian produk secara manual—bukan mesin—adalah cara lain lagi untuk mencapai eksklusivitas dan otentisitas. Sentuhan tangan akan menghasilkan ketidaksempurnaan yang dicapai mesin (nah, akhirnya bukankah kembali ke kebesaran manusia?).

Persoalannya, untuk tas perempuan bermerek yang harganya puluhan sampai ratusan juta rupiah, berapa orang bisa mencapainya? Bagaimana para sekretaris, guru, pegawai negeri bisa membeli tas yang harganya puluhan juta? Seperti Hermes dengan edisi bernama Birkin, yang semua wanita kelas atas mejeng di majalah dengan merelakan tangannya sekadar jadi gantungan? Tak heran, kalau kemudian muncul ”Birkin-Birkin” tiruan dengan harga murah, yang dipelesetkan sebagai ”birkinan Tajur”, ”birkinan Yogya”, dan seterusnya.

Antarkelas

Sejak lama sebenarnya antara asli dan palsu menjadi ajang kontestasi antarkelas, antara kelas atas versus kelas-kelas di bawahnya. Sekali apa yang diakui sebagai selera kelas atas ditiru oleh kelas di bawahnya, seperti diteorikan Bourdieu, mereka akan segera melakukan investasi finansial dan kultural yang baru dalam simbol-simbol untuk pembedaan. Begitu tas mahal bisa digapai banyak pihak, kelas sosial yang tadinya mengonsumsi secara eksklusif akan pindah ke perwujudan selera berkelas lain, misalnya kesenian. Seni rupa menjadi obyek konsumsi baru, seni pertunjukan menjadi klangenan. Itu contohnya.

Begitu berjalan terus-menerus. Menurut Coco Chanel, ”Being copied is the ransom of success (ditiru adalah tebusan bagi sebuah sukses).”

Catatan tambahan: kalau Anda sebagai pemimpin tidak sukses, jangankan palsunya, aslinya pun tak laku dijual dalam pemilu. (Bre Redana)

Sumber : Kompas.com

Tuesday, 13 September 2011

Bingkai Utha Likumahuwa


Selamat Jalan Utha Likumahuwa


Legendaris Utha Likumahuwa mengembuskan nafas terakhirnya hari Selasa, 13 September 2011 di Jakarta. Sejumlah rekan-rekan musisi ikut melayat ke rumah duka menjelang jenazah Utha dimakamkan. FOTO: DENI MULYADI / KAPANLAGI.

Monday, 12 September 2011

Ponsel Androit Murah

5 Ponsel Android MURAH 
Tahun 2011 


Saat ini Smartphone bukan lagi barang langka dan mahal dan setiap orang berhak memakainya. Untuk itulah Google muncul dengan OS Android. Kelebihan Android yang bisa digunakan oleh produsen manapun menciptakan pasar smartphone dinamis yang bisa merepresentasi keinginan semua kalangan akan smartphone Android berkelas, termasuk yang harganya murah.


Dari semua ponsel Android yang ada di pasaran, kami merekomendasikan 5 ponsel Android termurah yang bisa anda jumpai dipasaran saat ini. Perhatikan setiap detail spesifikasinya dan pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan anda, sesuaikan dengan gaya hidup serta dana yang tersedia. Ok, check this out ;)

1. HTC Wildfire

 
HTC Wildfire memiliki kamera 5MP dengan hasil foto dan video kualitas tinggi. Display menggunakan TFT capacitive touchscreen, dengan OS Android 2.2 Froyo dan prosesor 528 MHz. Yang perlu anda ketahui dan  perhatikan, HTC Wildfire dilengkapi baterai berkemampuan baik dengan talk time sampai 8 jam. HTC sebagai produsen perangkat Android kelas atas menciptakan HTC Wildfire untuk pasar kelas menengah dengan harga sangat terjangkau. 

Spesifikasi : 

- OS: Android 2.2
- CPU: 528 MHz ARM 11
- RAM: 384 MB
- Berat: 118 gr
- Display: 3.2-inch TFT 240x320 pixels
- External Memory: microSD
- Kamera: 5MP, 2594 x 1944 pixels, LED flash
- Baterai: 1.300 mAh, 8 hours talk time, 14 days standby
- Harga: 3 jutaan rupiah


2. LG Optimus One P500

 
Di kelasnya, LG Optimus One adalah ponsel Android paling kuat dan bekerja sangat mulus karena didukung prosesor 600MHz. Baterai dengan daya 1500mAh bisa digunakan hingga dua hari pemakaian normal. Yang paling menonjol dari Optimus One adalah kemampuannya untuk upgrade ke Android 2.3 Gingerbread, yang jarang dimiliki oleh ponsel Android di kelas mid-level.

 Spesifikasi :

- OS: Android 2.2 (Upgradable to 2.3)
- CPU: 600 MHz ARM 11
- CPU: 512 MB
- Weight: 129 gr
- Display: 3.2-inch TFT 320?480 pixels
- External Memory: microSD
- Camera: 3.15 MP, 2048?1536 pixels
- Battery: 1500 mAh, 7 hours and 30 minutes talk time, 22 days standby
- Harga: 2 jutaan rupiah

3. ZTE Blade

 
ZTE Blade Android dikenal di belahan negara lain sebagai Dell XCD35, T-Mobile Blade (Ameika) dan Orange San Francisco (Inggris). Di dalam ZTE Blade bisa Kamu temukan prosesor 600 MHz dan Android 2.2 Froyo. Harganya? Kamu tahu ZTE merupakan produsen ponsel kelas menengah yang selalu menghadirkan produk dengan harga terjangkau.

Spesifikasi :

- OS: Android 2.1 (Upgradable to 2.2)
- CPU: 600 MHz ARM 11
- RAM: 512 MB RAM
- Berat: 110 gr
- Display: 3.5-inch 480?800 pixels
- External Memory: microSD
- Kamera: 3.15 MP, 2048 x 1536 pixels
- Baterai: 1250 mAh, 4 hours talk time, 8 days standby
- Harga: 1.5 jutaan rupiah

4. Samsung Galaxy Mini S5570

 
Samsung memiliki penggemar luas karena kehadiran Galaxy Mini. Ini adalah ponsel Android laris dengan fitur lengkap persembahan Samsung di 2011. Kamu bisa menggunakan fitur WiFi dan menikmati pengalaman Android Froyo di layar sentuh 3,14 inci.

Spesifikasi :
 
- OS: Android 2.2
- CPU: 600 MHz
- Berat: 105 gr
- Display: 3.14-inch TFT, 240 x 320 pixel
- External Storage: microSD
- Kamera: 3.15MP, 2048 x 1536 pixels
- Baterai: 1200 mAh, 9 hours and 30 minutes talk time, 23 days standby
- Harga: 1.5 jutaan rupiah


5. Huawei IDEOS U8150

 
Huawei IDEOS U8150 adalah salah satu ponsel Android harga murah yang masih bisa anda temukan di ahun 2011 ini. Touchscreen yang disediakan memang lebih kecil dari ponsel Android lain yang ada di kelasnya, namun IDEOS U8150 akan menjadi pilihan yang paling tepat bagi anda yang ingin menjadikannya sebagai pengalaman pertama menyentuh user interface Android. Namun itu bukan berarti anda yang telah lama kenal dengan Android tidak akan tertarik dengan IDEOS U8150. Sebaliknya, apa yang dipersembahkan oleh Huawei dengan ponsel Android harga murah ini justru akan semakin membuat anda tergila-gila dengan Android. Mirip dengan Samsung Galaxy Mini, salah satu kekuatan IDEOS U8150 adalah pada dukugan WiFi N yang memungkinkan penggunaan network WiFi berbasis N untuk akses inernet dan browsing dengan kecepatan tinggi.

Spesifikasi :

- OS: Android 2.2
- CPU: 528 MHz ARM 11
- RAM: 256 MB
- Berat: 102.1gr
- Display: 2.8-inch TFT, 240 x 320 pixels
- External Memory: microSD
- Kamera: 3.15 MP, 2048 x 1536 pixels
- Baterai: 1200 mAh, 5 hours talk time, 12 days standby
- Harga: 2 jutaan rupiah

Dikutip dari :
http://veromons.blogspot.com

Sunday, 4 September 2011

Do'a Cepat Terkabul

Inilah Tata Cara Berdo'a 
Agar Cepat Terkabul


Adakalanya kita terkadang suka jenuh dan bertanya-tanya, kenapa sepertinya do'a yang dipanjatkan sepertinya membentur tembok dan belum juga terkabulkan. Sampai-sampai kita merasa pupus harapan, hingga pada akhirnya timbul rasa buruk sangka pada Sang Pencipta, Allah SWT. 

Pada hal kalo kita mau instropeksi diri, barang kali ada yang salah saat kita memohon (berdo'a), pada Allah SWT, Berdo'a itu agar manjur dan cepat terkabul ada tata cara, dari hasil ceramah ustadz saat malam puncak Lailatur Qadar, Ramadhan 1432 di Masjid Agung Sunda Kelapa, beliau menyimpulkan agar do'a cepat terkabul, harus mengikuti syarat-syarat sbb:

1. Adab berdo'a

- Baca Basmalah
- Baca Salawat atas Nabi
- Ungkapkan pengakuan dosa
- Ungkapan puji-pujian pada Allah SWT
- Ungkapan permohonan kita
- Baca Salawat atas Nabi dan
- Akhiri dengan acaan Al-Fateha

2. Perhatikan Tempat Mustajabah berdo'a

- Padang Arafah ketika Wukuf
- Di depan Ka'bah
- Di dalam Raudlah
- Di tempat-tempat dimana seseorang mengalami penganiayaan
- Di tempat dimana seseorang mengalami kesulitan berat

3. Tehnik berdo'a

- Menghadapa Qiblat
- Mengangkat kedua tangan
- Mengusapkan kedua telapak tangan ke wajah
- Dalam keadaan sujud terakhir pada saat sholat
- Bersuara lembut
- Tidak dalam keadaan bersajak

Di kutip dari : "Ceramah Malam Lailatur Qadar Ramadhan 1432 H"
Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng, Jakarta Pusat