Wednesday, 29 June 2011

Denda 20 Juta


Buang Sampah ke Kali 
Denda Rp 20 Juta

Peringatan keras kepada seluruh warga Ibu Kota Jakarta, khususnya kepada warga yang bertempat tinggal didaerah bantanran  kali atau Daerah Aliran Sungai (DAS).

Berdasarkan BPLHD DKI terhadap status mutu air sungai di 45 titik pantau di 13 daerah aliran (DAS) pada tahun 2010, tercatat dalam kondisi tercemar sedang sampai berat. Untuk itu Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI melanjutkan edukasi pada komunikasi peduli sungai dan masyarakat dibantaran sungai. Mereka yang membuang sampah ke sungai, dikurung 10 - 60 hari atau denda Rp.100.000 hingga Rp.20 juta, sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 18 tahun 2008, tentang pengelolaan Lingkungan dan Peraturan Daerah (Perda) No. 5 tahun 2007. –fer

Canggih Dinamis Estetis


The Steampunk Bible
Kuno Justru Canggih, Dinamis & Estetis
Jeff VanderMeer dan SJ Chambers



Pernah menyaksikan film Sherlock Holmes dan terpikat dengan alat-alat yang ia miliki? Apa yang ada itu menyerupai alat-alat era kejayaan mesin uap masa victorian. Kesannya alih-alih kuno justru canggih, dinamis, sekaligus estetis. Karya-karya ini kemudian diistilahkan dengan “steampunk”, dan tanpa disadari tersemat dalam film-film fiksi ilmiah, bahkan sastra, komik, musik dan fashion.

Walau sudah muncul pada film-film Hollywood era tahun 1980-an, tak banyak yang menyusun sejarah  seni ini selakyaknya seni-seni yang sudah popular. Kondisi tersebut memancing Jeff VandesMeer dan SJ Chambers untuk mengumpulkan segala hal yang termasuk sejarah steampunk ke dalam buku tebal berjudul lengkap The Steampunk Bible : An Illustrated Guide to the Word of Imaginary Airships, Corsets and Goggles, Mad Scientists, and Strange Literature.

VanderMeer dan Chambers akan mengajak kita menelusuri akar dalam karya Jules Verne dan HG Wells. Para pengikut dari seni steampunk merayakan kehebatan para penemu sebagai seorang seniman sekaligus pahlawan. Steampunk juga dihadirkan untuk membangkitkan, betapa menariknya dari sebuah penemuan dan membuatnya ulang sesuai keinginan. Steampunkpun menyuguhkan pola pikir do-it-yourself (DIY) dalam menjalani masa depan sekaligus mengapresiasi teknologi lawas yang mungkin sekarang sudah punah.

Google Lacak DBD


Lacak DBD Dengan
Google Dengue Trends


Google meluncurkan Google DengueTrends yang menyediakan real – time aktivitas Demam Berdarah Dengue (DBD). Layanan ini telah dilucurkan dalam 38 bahasa dan 5 negara, termasuk Indonesia. Karena diperbaharui setiap hari Google Dengue Trends memberikan indikator awal mengenai aktivitas DBD, sebelum pengumuman resmi disampaikan, Metodologi Google Dengue Trends menggunakan gabungan data pencarian Google. Setiap minggu, jutaan pengguna melakukan pencarian online untuk memperoleh informasi kesehatan dan Google telah menemukan hubungan antara jumlah orang yang melakukan pencarian topic terkait DBD dengan jumlah orang yang memiliki gejala DBD dengan menggunakan estimasi DBD resmi. –nev.


Thursday, 23 June 2011

Netbook

Netbook Untuk Pelajar

Perkembangan dunia komputer portebel yang sangat pesat membuat para produsen IT membagi perangkatnya sesuai kebutuhan, disinilah muncul sebuah segmen pasar berdasarkan spesifikasi komputer. Ada netbook untuk kalangan bisnis, ada notebook multimedia untuk kalangan pekerja desain grafis dan film, ada notebook untuk kalangan gamer dan tidak ketinggalan sejumlah netbook yang dibuat khusus untuk para petualang dunia maya.

Netbook, selain untuk pecinta kalangan internet, seperti ibu-ibu rumah tangga dan   ternyata digemari juga oleh para remaja dan pelajar untuk mendukung pelajaran di sekolah. Kali ini, kami mencoba untuk membahas perkembangan netbook dikalangan anak muda. Ketika anda melihat sekumpulan anak muda yang sedang memnggunakan netbook di coffe shop atau tempat-tempat hang out lainnya, mungkin itu hanya sekedar gaya atau untuk gengsi saja. Ternyata tidak sesederhana itu, bahwa remaja zaman sekarang sudah sangat membutuhkan perangkat yang satu ini.

Jika dilihat dari kegunaannya, tidak sedikit dari mereka yang mengunakan netbook untuk mengerjakan tugas kuliah, hiburan sampai kepada kehidupan sosial. Kenapa anda harus memilih netbook? karena benda ini praktis dan simpel. Tidak hanya itu, netbook juga bisa dibawa dan digunakan kapan saja, kapan saja (mobile). Seperti apa netbook yang menjadi idaman para penggunanya atau generasi muda masa kini? netbook yang menjadi idaman generasi muda adalah, netbook yang bisa memberikan keseimbangan dan multifungsi untuk menyelesaikan tugas sekolah, sekedar  bermain games atau untuk bersosialisasi di dunia maya. Oleh karena itu, sasaran netbook untuk kalangan ini adalah netbook yang di jual dengan harga yang terjangkau, punya spesifikasi tinggi, resolusi layar yang bagus, hemat baterai, bentuk simpel dan mudah dibawa kemana-mana serta harus punya desain yang menarik dan futuristic.

Tidak hanya sekedar itu saja, remaja sekarangpun sudah sangat cerdas dalam memilih netbook andalan yang siap  untuk memenuhi kebutuhan mereka. Di Indonesia sangat banyak industri dan perusahan IT yang merilis beberapa produknya dalam bentuk netbook, seperti Hawlett Pakard, Acer, Thosiba dan beberapa industri IT lainnya. Berikut ini kami menampilkan tiaga buah netbook dari sejumlah perusahaan IT yang sudah mulai memanfaatkan momen penting dan membuat netbook yang disesuaikan dengan selera remaja atau pelajar. Ketiga buah netbook itu adalah HP Mini 210, Acer Aspire One D255 dan Thosiba Mini NB550D.

HAWLEET PAKARD (HP)

Salah satu perusahaan besar lainnya yang memproduksi netbook adalah HP yang mengeluarkan HP Mini 110, HP Mini 210, HP Pavilon dm1 maupun dm4 serta HP G Series yang diproduksi untuk kalangan muda dengan perkembangan produk yang sangat variatif, baik dari desain, performa juga warna.

Fitur-fiturnya adalah standar unutk mendukung agar pengguna tetap dapat terkoneksi dengan informasi-informasi yang dibutuhkan. Bagi kalangan muda atau pelajar, HP Mini adalah pilihan yang tepat untuk mendukung aktifitas belajarnya sekaligus sosialisasinya yang berbasis internet.


Spesifikasi :

Prosesor          Intel Atom Dual Core N570 Prosesor
                         (1.66 Ghz, Cache 1MB)
Chipset            Intel NM 10
Memori           1GB DDR3 SODIMM PC-10600
Video               Intel Graphics Media Accelerator 3150 256 MB
                         (shared)
Display            10.1" WSVGA LED, 1024 x 600, Anti-glare LED
Storage            320 GB Serial ATA 7200 RPM
Networking      Integrated 10/100 Mbps, Wireless Network Protokol
                          IEEE 802.11b, IEEE 802.11g, IEEE 802.11n,
                          Bluetooth
Card Reader    SD, MMC, Memory Stick/Stick PRO
Interface          3x USB 2.0, VGA, LAN, Audio
OS                    Microsoft Windows 7 Stater
Battery Type   Rechargeable Lithium-Ion Battery
Weight             1,4 kg

ACER

Untuk kalangan remajayang aktif dan kreatif, ACER mengembangkan netbook Aspire One, dan produk Acer yang terbaru dan terjangkau untuk kalangan remaja salah satunya adalah ACER Aspire One D255. Acer Aspire One D225 adalah solusi ACERuntuk revansi kebutuhan komputasi ekstrapada netbook. Selain penampilannya yang menawan dan pilihan warna yang beragam, netbook ini juga menjanjikan performa yang lebih baik dan jauh lebih responsif dari pendahulunya. Acer Aspire One D225 mengusung prosesor Atom terbaru yang menawarkan kinerja ektra. Prosesor yang digunakannya ini memiliki 2 core dan mampu manjalankan 4 thread sekaligus


Spesifikasi :

Prosesor          Intel Atom Prosesor N550 (1.5 Ghz, Cache 1MB)
Chipset            Intel NM 10
Memori           1GB DDR3 SODIMM PC-8500
Video               Intel Graphics Media Accelerator 3150
Display            10.1" WSVGA LED, 1024 x 600, Crystal  Brite LED
Storage            320 GB Serial ATA 5400 RPM
Networking     Integrated 10/100 Mbps, Wireless Network Protokol
                         IEEE 802.11b, IEEE 802.11g, IEEE 802.11n,
                         Bluetooth V3.0+HS
Card Reader   SD, MMC.
Interface          3x USB 2.0, VGA, LAN, Audio,
                         Webcamera
OS                    Microsoft Windows 7 Stater
Battery Type   Rechargeable Lithium-Ion Battery 6 Cell
Weight             1,15 kg

THOSIBA

Untuk kalangan remaja dan pelajar, Thosiba meluncurkan sebuah Netbook yang diberinama Thosiba Mini NB500. Selain itu Thosiba juga menghadirkan Netbook NB550D. Berbeda dengan Thosiba NB550, netbook Thosiba Mina NB550D menggunakan prosesor AMD C50 yang dipadukan dengan graphics AMD Radeon HD6250M. Hal ini membuat bentuk fisik keseluruhannya sangat ramping dan ringan, sehingga netbook ini tetap nyaman untuk dibawa.

Selain itu, speaker yang tertanam didalamnyaakan memberikan suara yang nyaman di telinga pengguna karena memakai speaker dari Harman Kardon. Bahkan speaker tersebut dapat berfungsi dengan baik walaupun netbook tersebut dalam keadaan mati.


Spesifikasi :

Prosesor          AMD Dual-Core Prosesor C-50 (1.0 Ghz, Cache 1MB)
Chipset            AMD A50M
Memori           1GB DDR3 SODIMM PC-8500
Video               AMD Radeon HD 6250M 374 MB (shared)
Display            10.1" WSVGA LED, 1024 x 600, Clear Super
                         View TFT
Storage            2500 GB Serial ATA 5400 RPM 
Audio               Harman Kardon Stereo Speaker 
Networking     Integrated 10/100 Mbps, Ethernet LAN, WI-FI, Wireless
                         Networking, IEEE 802.11b/g/n), Bluetooth v3.0 + HS
Card Reader   SD, MMC.
Interface         3x USB 2.0, VGA, LAN, HDMI, Audio, Webcamera
Battery Type  Rechargeable Lithium-Ion Battery 6 cell
Weight            1,32 kg

Monday, 13 June 2011

Sharp Androit


Smartphone Androit
Berkamera 16 MP


Jakarta - Sharp kembali unjuk gigi. Setelah merilis AQUOS 941SH, pada Januari 2010, produsen asal Jepang itu menghadirkan hape smartphone berbasis Androit dengan mengunggulkan fitur kamera. AQUOS Phone The Haybrid 007SH,  smartphone Androit versi 2.3 (Gingerbread) muncul dengan kamera 16 megapixel dan layar tajam stereoscopic FWVGA sebesar 3.4 inci.

AQUOS 007SH dapat merekam video berkualitas 720p, lengkap dengan digital TV tuner dan port micro HDMI. Menariknya lagi, ia dapat beroperasi di dua konektivitas sekaligus, GSM dan WCDMA. Selain itu, bodi tipisnya juga tahan air, Sayang hape cerdas ini hanya akan beredar di Jepang, mulai bulan depan. Sharp jarang mengedarkan produknya di luar Negeri MATAHARI Terbit itu.

AQUOS The Hybrid 007SH Smartphone Androit

Spesifikasi :

GSM 850/900/1800/1900. WCDMA. 3G HSDPA, Bluetooth 3.0, A2DP, Wi-Fi b/g/n, miniUSB, layar QLED dengan teknologi stereoscopic sebesar 3.4 inci, GPS  infrared, microSD sampai 32GB, Kamera 16 MP, Androit 2.3 (Gingerbread), Video Recording 720p, Port microHDMI, Digital TV Tuner, Batere Li-Ion.

Tab Motorola Xoom


Tablet Tangkas Tunjang Mobilitas


Jakarta - Tahun ini masih milik computer tablet, kemunculannya di awal tahun 2010 berhasil mengubah pandangan, bahwa laptop adalah pasangan abadi smartphone. Sesuai perkiraan, era tablet terus berlanjut tahun ini. Geliat pasarnya kian menggairahkan. Situasi ini mendesak raksasa produsen seperti Apple, Research In Motion (RIM) sampai Motorola menyiapkan amunisi untuk “bertempur”. Setelah Apple dengan iPad, RIM dengan BlackBerry PlayBook, kini Motorola unjuk gigi dengan tablet perdananya Motorola Xoom. Meski segmen yang disasar sama, yakni pebisnis dan professional, gaya Xoom benar-benar berbeda dua rivalnya. Seperti apa desain, fitur dan kinerjanya?

Desain

Saat menatap Xoom pertama kali, satu kata yang terbersit adalah lebar. Ya, layarnya sebesar 10’1 inci cukup lebar, lebih besar ketimbang PlayBook dan Galaxy Tab yang hanya 7 inci. Di atas layar terdapat sebuah kamera berkemampuan 2 MP, untuk menunjang aktifitas video chat atau sekedar self portrait. Bodinya dibalut warna abu-abu tua yang dipadu dengan warna hitam. Material yang dipilihpun lumayan. Bagian belakang dibuat agak kesat menyerupai karet, sehingga mantap digenggaman.

Motorola Xoom

Di sisi belakang terdaapat dua speaker stereo, sejajar dengan tombol Power/lock, kamerea 5 MP dan lampu flash, Sementara di sisi kanan polos, di sisi kiri terdapat tombol pengatur volum +/-. Slot microSD dan ruang SIM Card bisa ditemui di sisi atas, persis disamping audio jack 3,5 mm. Sedangkan di sisi bawah terdapat port microUSB dan port untuk isi ulang baterai. Yang membuat Xoom berbeda adalah letak tombol Lockyang berada di sisi belakang. Sehingga mudah untuk ditekan dengan jari telunjuk kiri. Keputusan yang jenius Motorola!

Fitur

Dengan OS Androitversi 3.0 (Honeycomb) ini, pengguna bebasa melakukan kustomisasi, seperti memindahkan icon pada menu utama, mengubah ukuran icon, menciptakan theme sendiriuntuk halaman utama dan sebagainya. Sayang aplikasi-aplikasi seperti Facebook, Twitter, pemutar music masih kurang optimal. Banyak ruang kosong yang membuatnya terlihat kurang menarik. Aplikasi Facebook kerap tertutup sendiri tanpa sebab.

Fitur kamera dan perekan video boleh diancungkan jempol, gambar yang dihasilkan relative tajam. Sementara audio, Xoom dipersenjatai dua speaker yang terletak di sisi belakang. Saat uji, output yang dihasilkan bulat dan mantap. Bisa jadi ini karena dukungan prosesor multimedia NVIDIA Tegra II. Kehadiran Androit Market melengkapi kelebihan Xoom sebagai tablet tangkas ala Motorola. [HP]      

BlackBerry PlayBook


Tablet Kelas 
Profesional Cerdas

Elegan, kokoh dan ringkas. Ini dia Tablet BlackBerry pertama. Selamat datang PlayBook.

BlackBerry PlayBook
Jakarta - Tahun 2010, era computer tablet dimulai. Ketik itu ditandai dengan meluncurnya Apple iPad generasi pertama. Setahun kemudian kompetisi tablet PC semakin sengit. Satu demi satu produk bermunculan dengan gaya dan kelebihan masing-masing. Dimulai dari Samsung Galaxy Tab, Motorola Xoom, sampai tablet-tablet China berbasis Androit. Research In Motion (RIM) tidak mau ketinggalan. Produsen BlackBerry asal Canada itupun merilis BlackBerry PlayBook, sekitar bulan April silam. Mau tahu performanya? Berikut ulasannya.

Desain

Wujud sederhana. Tidak warna-warni, tidak ramai. Hitam bersahaja. Tapi justrumenjadi daya tarik BlakBerry PlayBook. Warna hitam menimbulkan kesan elegan secara lugas. Ukurannya kurang lebih sama dengan Samsung Galaxy Tab, yakni 7 inci. Hampir seluruh bodinya dibalut bahan plastic, seperti karet berwarna hitam dove. Di sisi atas, terdapat tombol power on/of, pengatur volume dan play/pause. Sementara di sisi bawah, ada port micro USB untuk menancapkan charger dan kabel data, sisi kanan dan kiri polos saja. Di bagian depan dan belakangPlayBook terdapat kamera, masing-masing 5 MP dan 3 MP.


Fitur

Tampilan atarmuka (user interface) playbook cukup menarik. Sedikit berbeda juka disejajarkan dengan iPad dan Galaxy Tab. Di tiap-tiap sudut serta sisi atas dan bawah layar memiliki fungsi sendiri. Ada yang berfungsi untuk kembali ke halaman utama, dashboard, dan unutk memunculkan keyboard qwerty pada layar sentuh. Terdapat \kamera 5 MP yang melekat di sisi belakang dan 3 MP di bagian depan. Kamera itudilengkapi fitur digital zoom, geotag, stabilization dan auto focus. Selain itu, terdapat pulu aplikasi perkantoran seperti Word To Go, Slideshow To Go, jika sewaktu-waktu anda membutuhkannya.

Ada satu hal yang membuat PlayBook lebih diperhitungan ketimbang Apple iPad, yaitu kehadiran Flash pada laman Web. Selebihnya, tidak ada yang terlalu special. Speaker Stereo yang terletak di pinggir layr kiridan kanan juga layak diancungkan jempol. Suara tidak pecah meski volume diatur maksimal. App World sebagai kios aplikasi, di mana anda bisa mengunduh berbagai aplikasi yang di bagi per kategori, mulai dari bisnis, edukasi, games, IM & social networking, productivity, shoping dan sebagainya. Ada yang gratis, ada pula yang berbayar. Silahkan pilih sesuai kebutuhan. Performa aplikasi YouTube yang terdapat  di dalam, tidak sebaik saat anda mengakses YouTube via browser. Saat uji, sering buffering. Selain itu terdapat aplikasi map bertajuk Bing Maps, namun fiturnya masih belum lengkap, selenhkap Google Maps. [HP]   

Thursday, 9 June 2011

Titanic Stories


New Titanic Pictures
Mark 25th Anniversary 
Of Discovery

Titanic Bows to Nature
Photograph courtesy Premier Exhibitions, Inc. and Woods Hole Oceanographic Institution

In a new picture released Wednesday—the 25th anniversary of the rediscovery of the R.M.S. Titanic—rust "icicles" plague bow railings and anchor equipment on the 2.4-mile-deep (3.8-kilometer-deep) shipwreck.


This and other images of Titanic in late August are among the first results of the ongoing Expedition Titanic. Its goals: to use acoustic imaging, sonar, and 3-D video to virtually preserve Titanic in its current state and to help determine just how far gone the shipwreck is and how long it might last. (Read "Titanic Is Falling Apart.")

Due to recent hurricane activity, the expedition crew is currently docked in St. John's, Newfoundland (map), some 350 miles (560 kilometers) from Titanic's North Atlantic resting place—but the team is eager to get back to work.

"What we have witnessed, so far, has been nothing but extraordinary," Chris Davino, CEO of Premier Exhibitions, Inc., said in a press statement. "We are anxious to return to the site and continue this groundbreaking expedition," added Davino, whose company's RMS Titanic, Inc., division organized the expedition with Woods Hole Oceanographic Institution.
— With reporting by Brian Handwerk

Well Deck, Ill Preserved
Photograph courtesy Premier Exhibitions, Inc. and Woods Hole Oceanographic Institution

"Rusticles" coat a wall on Titanic's forward well deck, once an exercise area for third-class passengers, in a picture taken late August by an Expedition Titanic submersible.

A National Geographic Society-funded team led by ocean explorer Robert Ballard rediscovered the shipwreck in 1985. (The Society owns National Geographic News.)

Pictures taken since then show a wreck beset by metal-eating life-forms, powerful currents, and possibly even human negligence, suggesting Titanic could be vanishing for good, scientists say.

Already explorers have documented caved-in roofs, weakening decks, a stern perhaps on the edge of collapse, and the disappearance of Titanic's crow's nest—from which lookout Frederick Fleet spotted history's most infamous iceberg. (Watch an animation of Titanic's iceberg collision, breakup, and sinking.)

Kingly Perch, Perfectly Sharp
Photograph courtesy Premier Exhibitions, Inc. and Woods Hole Oceanographic Institution

In what Expedition Titanic is calling the clearest picture yet of Titanic's bow, the ocean liner's cargo crane—and yet more rusticles—make an appearance.

Rusticles form as microbes eat away at Titanic and form self-contained, icicle-like biological communities.

By 1996 there were some 650 tons (dry weight) of rusticles on the outside of Titanic's bow section alone (picture), according to estimates by microbiologist Roy Cullimore, a microbiologist and veteran Titanic explorer. Since then rusticles have continued to grow both inside and outside the wreck.


Window on Titanic Decay
Photograph courtesy Premier Exhibitions, Inc. and Woods Hole Oceanographic Institution

Illuminated in late August by one of Expedition Titanic's two remotely operated vehicles, a porthole is visible on the starboard side of Titanic's rusted bow.

"Everyone has their own opinion" as to how long Titanic will remain more or less intact, research specialist Bill Lange, of Woods Hole Oceanographic Institution, told National Geographic News.

"Some people think the bow will collapse in a year or two," Lange said. "But others say it's going to be there for hundreds of years."

So far the expedition's pictures show that the two major sections of Titanic's hull—the ship split in two before sinking—are whole. Expedition Titanic's data should help experts predict how long the wreck will remain relatively stable.

"We're trying to bring the actual hard data to the people who can make those determinations," Lange said. 

Strolling Into Oblivion
Photograph courtesy Premier Exhibitions, Inc. and Woods Hole Oceanographic Institution

Where first-class passengers once strolled while shielded from the elements, rust overtakes openings in a promenade-deck wall, as seen in late August.

Built in Belfast, U.K., the 883-foot-long (270-meter-long) luxury liner was the world's largest passenger ship when it launched in 1912. On its maiden voyage, Titanic hit an iceberg and sank, killing more than 1,500 people.

To Robert Ballard, who found Titanic 25 years ago Wednesday, the shipwreck site should remain undisturbed as a "sacred grave."

Instead, salvagers, tourists, and filmmakers have "turned her into a freak show at the county fair," he's said. (Read more in an excerpt of Ballard's National Geographic magazine article "Why Is Titanic Vanishing?")

Titanic Unbound
Photograph courtesy Premier Exhibitions, Inc. and Woods Hole Oceanographic Institution

Pictured twisted and broken in late August, railings outline the port rear corner of Titanic's forecastle deck, a raised surface at the bow with crew quarters underneath.

The next leg of Expedition Titanic will retrieve hard evidence of corrosion—steel test platforms that look something like mini-stepladders. First deployed in 1998, the platforms have endured the same destructive conditions as Titanic itself.

Because the scientists know precisely how thick the platforms were at deployment, they allow researchers to gauge exactly how fast metal degrades at the Titanic site. "Basically we look and see how much steel is left on them," Cullimore, the microbiologist, said.

The estimated rate of decay should allow scientists to better predict just how long Titanic will remain fairly intact.

Titanic Mast, Unmoored
Photograph courtesy Premier Exhibitions, Inc. and Woods Hole Oceanographic Institution

Titanic's forward mast—whose base is shown at center and leaning toward the upper left in late August—toppled backward long ago and now rests on the ship's bridge.

Rusticles may infest the interior of the mast, which might completely collapse in the next year or two, speculated Cullimore, founder of Regina, Canada-based Droycon Bioconcepts, Inc., a biotechnology company.

Already the foremast is a symbol of Titanic's inevitable decline.
On an early 1990s dive, P.H. Nargeolet, co-leader of Expedition Titanic, saw that the crow's nest—previously seen still attached to the forward mast—had disappeared altogether, apparently damaged to the point where it snapped off and fell to an as yet unidentified location (interactive Titanic wreck diagram).

Titanic's Long "Shadow"
Image courtesy Premier Exhibitions, Inc. and Woods Hole Oceanographic Institution
Titanic's bow stands in stark relief against the North Atlantic seafloor in a sonar image made by back-and-forth surveys of the site by Expedition Titanic in late August.

"The technology we have available to us on this mission is producing amazing results," expedition co-leader David Gallo said in a press statement.

Among those results is a wider-scale sonar map of the wreck site—the first to show both the bow and stern, which lie a third of a mile (half a kilometer) apart (Titanic wreck-site map).

"We're going to use these kinds of tools to give us a bird's-eye view to plan future missions," Gallo, of Woods Hole Oceanographic Institution, told MSNBC.

Original Pictures : National Geographic.com

Wednesday, 8 June 2011

Candi Borobudur

Sekilas Tentang Candi Borobudur


Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin.

Nama Borobudur

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya “gunung” (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja mataram dinasti Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. [1] Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti “Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa”, adalah nama asli Borobudur.[2]
 
Candi Borobudur
Struktur Borobudur

Denah Borobudur membentuk Mandala, lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha.
Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.

Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Denah Borobudur membentuk Mandala, lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha.
Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau “nafsu rendah”. Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.
Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Borobudur dilihat dari pelataran sudut barat laut
Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.

Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.
Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala.

Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.

Relief
Salah satu ukiran Karmawibhangga di dinding candi Borobudur (lantai 0 sudut tenggara)
Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah Timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita Jātaka.

Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut, [selengkapnya klik di sini]

Dikutip dari : wikipedia.com

Tuesday, 7 June 2011

Air Terjun


Wisata Air Terjun Indonesia

Air yang tumpah dari ketinggian tebing-tebing batu menjadi pemandangan indah. Di bawahnya, orang berkerumun dan siap bermain pancuran alami atau berenang di kolam yang sejuk. Di berbagai tempat di Indonesia. Air Terjun selalu menjadi objek wisata alam yang menarik.

Inilah beberapa air terjun yang terkenal karena keunikannya.


Lembah Anai

Terletak di tepi Jalan Raya Padang-Bukittinggi, air terjun ini sebenarnya terletak di kawasan cagar alam Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Di sekitar air terjun terdapat monyet yang berkeliaran. Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 60 meter ini punya pemandangan luar biasa. Pada saat liburan, air terjun ini dikunjungi oleh ratusan pengunjung. Foto: Antara/Iggoy el Fitra.

Air Terjun Moramo

Keunikan air terjun ini adalah tingkat-tingkatannya. Air terjun Moramo terletak di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Ada yang menghitung tujuh tingkat, ada yang menghitung 10 tingkat. Kurang lebih, air akan jatuh berturutan dari ketinggian 100 meter. Konon, air terjun yang terletak di hutan suaka alam Tanjung Peropa ini juga terkenal akan legenda tempat mandi bidadari. Foto: Antara/Zabur Karuru.

Air Terjun Resun

Air terjun Resun terletak di Daik, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Airnya berasal dari sungai-sungai yang mengairi Gunung Daik dan banyak dikunjungi wisatawan lokal saat hari libur. Kawasan Gunung Daik (1165 mdpl) dengan tiga cabang pun sebenarnya bisa menjadi tujuan pendakian. Selain Gunung Daik dan air terjun Resun, ada juga tempat pemandian putri Sultan Mahmud Muhazam Syah, Batu Babi dan Batu Buaya (karena berbentuk mirip seperti babi dan buaya), Batu Belah, pemandian Lubuk Papan dan air terjun Cik Latif. Foto: Antara/Feri.

Air Terjun Jembatan Batu

Air terjun Jembatan Batu terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Sebenarnya air terjun ini tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 10 meter. Tetapi yang istimewa adalah — seperti namanya — bebatuannya berbentuk seperti jembatan batu alami. Selain itu, ada air terjun mini lain yang memungkinkan aktivitas panjat tebing seperti foto di atas. Foto: Tempo/Arie Basuki.

Air Terjun Taman Nasional Bantimurung

Air terjun setinggi 15 meter dengan lebar 20 meter ini memberikan daerah yang luas bagi pengunjung untuk menikmati curahan air sejuk. Di sekitar air terjun, terdapat cekungan-cekungan sungai yang biasa dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat berenang. Selain menikmati keindahan air terjun, pengunjung Taman Nasional Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan, juga bisa mengunjungi Goa Mimpi yang terkenal dengan stalaktit beningnya. Bantimurung juga terkenal sebagai “Kerajaan Kupu-kupu” karena taman ini adalah habitat bagi ribuan kupu-kupu. TEMPO/ Ayu Ambong.

Sungai Jodoh

Legenda Sungai Jodoh 
Pulau Batam

Pada suatu masa dipedalaman Pulau Batam, ada sebuah desa yang dihuni oleh seorang gadis yatim piatu bernama Mah Bongsu. Ia menjadi pembantu rumah tangga dari seorang majikan bernama Mak Piah. Mak Piah mempunyai seorang putri bernama Siti Mayang.

Pada suatu hari, Mah Bongsu mencuci pakaian majikannya di sebuah sungai. “Ular …! Teriak Mah Bongsu ketakutan ketika melihat seekor ular mendekat. Ternyata ular itu tidak ganas, ia berenang ke sana ke mari sambil menunjukkan luka dipunggungnya. Mah Bongsu memberanikan diri mengambil ular yang kesakitan itu dan membawanya pulang ke rumah.

Mah Bongsu merawat ular tersebut hingga sembuh. Tubuh ular tersebut menjadi sehat dan bertambah besar. Kulit luarnya mengelupas sedikit demi sedikit. Mah Bongsu memungut kulit ular yang mengelupas itu, kemudian dibakarnya. Ajaib … setiap Mah Bongsu membakar kulit ular, timbul asap besar. Jika asap mengarah ke Negeri Singapura, maka tiba-tiba terdapat tumpukan emas, berlian dan uang. Jika asapnya mengarah ke Negeri Jepang, mengalirlah berbagai elektronik buatan Jepang. Dan bila asapnya mengarah ke kota Bandar Lampung, maka datanglah berkodi-kodi kain tapis Lampung. Dalam tempo dua, tiga bulan, Mah Bongsu menjadi kaya raya, jauh melebihi Mak Piah majikannya.

Kekayaan Mah Bongsu membuat orang bertanya-tanya. “Pasti Mah Bongsu memelihara tuyul,” kata Mak Piah. Pak Buntal pun menggarisbawahi penyataan isterinya itu. “Bukan memelihara tuyul ! tetapi ia telah mencuri hartaku !. Banyak orang menjadi penasaran dan berusaha menyelidiki asal usul harta Mah Bongsu. Untuk menyelidiki asal usul harta Mah Bongsu ternyata tidak mudah. Beberapa dari orang dusun yang penasaran telah menyelidiki berhari-hari namun tidak dapat menemukan rahasianya.

“Yang penting sekarang ini, kita tidak dirugikan,” kata Mak Ungkai kepada tetangganya. Bahkan Mak Ungkai dan para tetangganya mengucapkan terima kasih kepada Mah Bongsu, sebab Mah Bongsu selalu memberi bantuan mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Selain mereka, Mah Bongsu juga membantu para anak yatim piatu, orang sakit dan orang lain yang memang membutuhkan bantuan. “Mah Bongsu seorang yang dermawati,” sebut mereka. Mak Piah dan Siti Mayang, anak gadisnya merasa tersaingi, hampir setiap malam mereka mengintip ke rumah Mah Bongsu. “Wah, ada ular sebesar betis ?” gumam Mak Piah. “Dari kulitnya yang terkelupas dan dibakar bisa mendatangkan harta karun ?” gumamnya lagi. “Hmm, kalau begitu aku juga akan mencari ular sebesar itu,” ujar Mak Piah.

Mak Piah pun berjalan ke hutan mencari seekor ular. Tak lama, ia pun mendapatkan seekor ular berbisa. “Dari ular berbisa ini pasti akan mendatangkan harta karun lebih banyak dari pada yang didapat oleh Mah Bongsu, ”pikir Mak Piah. Ular itupun lalu di bawa pulang.
Malam harinya, ular berbisa itu ditidurkan bersam Siti Mayang. “Saya takut ! ular melilit dan menggigitku ! “teriak Siti Mayang ketakutan. “Anakku, jangan takut. Bertahanlah, ular itu akan mendatangkan harta karun,” ucap Mak Piah.

Sementara itu, luka ular milik Mah Bongsu sudah sembuh. Mah Bongsu semakin menyayangi ularnya. Saat mah Bongsu menghidangkan makanan dan minuman untuk ularnya, ia tiba-tiba terkejut. “Jangan terkejut. Malam ini antarkan aku ke sungai, tempat pertemuan kita dulu, “kata ular yang ternyata pandai berbicara seperti manusia. Mah Bongsu mengantar ular itu ke sungai. Sesampai di sungai, ular mengutarakan isi hatinya. “Mah Bongsu, aku ingin membalas budi yang setimpal dengan yang telah kau berikan padaku,” ungkap ular itu.”Aku ingin melamarmu menjadi isteriku,” lanjutnya. Mah Bongsu semakin terkejut, ia tidak bisa menjawab sepatah katapun. Bahkan ia menjadi bingung. Ular segera menanggalkan kulitnya dan seketika itu juga berubah wujud menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa. Kulit ular sakti itupun berubah wujud menjadi sebuah gedung yang megah, yang tereletak di halaman depan pondok Mah Bongsu. Selanjutnya tempat itu diberi nama desa “Tiban” asal dari kata ketiban, yang artinya kejatuhan keberuntungan atau mendapat kebahagiaan.

Akhirnya, Mah Bongsu melangsungkan perkawinan dengan pemuda tampan tersebut. Pesta pun dilangsungkan tiga hari tiga malam. Berbagai macam hiburan ditampilkan. Tamu yang datang tiada henti-hentinya memberikan ucapan selamat.

Dibalik kebahagiaan Mah Bongsu, keadaan keluarga Mak Piah yang tamak dan loba sedang dirundung duka, karena Siti Mayang, anak gadisnya meninggal dipatok ular berbisa.
Konon, sungai pertemuan Mah Bongsu dengan ular sakti yang berubah wujud menjadi pemuda tampan itu, dipercaya sebagai tempat jodoh. Sehingga sungai itu disebut Sungai Jodoh”.

Sumber : Dongeng Nusantara

Fahrizal Kamal