Saturday, 31 December 2011

S E M A R

Tokoh Yang Arif & Bijaksana

Semar

Semar adalah anak dewa Sang Hyang Tunggal dan Dewi Rekatawati yang adalah seorang putri kepiting raksasa bernam Rekata. Suatu hari Dewi Rekawati bertelur dan dengan segala keajaiban, telur tersebut menetas dengan kulitnya menjadi Tejamantri (Togog), putih telurnya menjadi Bambang Ismaya (Semar), dan kuning telurnya menjadi Manikmaya (Batara Guru).


Dalam kisahnya, mereka bertiga sangat berambisi untuk berkuasa menggantikan tahta Ayahandanya sebagai dewa. Hingga akhirnya Manikmaya mencetuskan ide perlombaan menelan gunung. Barang siapa yang berhasil menelan gunung dan memuntahkannya kembali, dialah yang menang dan berhak atas tahta Sang Hyang Tunggal, Ayahanda mereka. Dalam perlombaan tersebut, Tejamantri gagal, tidak sanggup menelan gunung. Sementara Bambang Ismaya berhasil menelan gunung, tetapi tidak berhasil memuntahkannya kembali. Itulah mengapa sosok Semar digambarkan sebagai seorang cebol dengan perut yang buncit.

Mengetahui bahwa dua dari tiga anaknya mudah termakan hasutan, Sang Hyang Tunggal menjadi murka dan justru mengangkat Manikmaya menjadi Batara Guru, menggantikan tahtanya dan tetap berada di kahyangan. Sementara Tejamantri dan Bambang Ismaya diturunkan ke bumi dan dirubah namanya menjadi Togog dan Semar.

Namun demikian, Semar adalah tokoh yang sangat istimewa dalam pewayangan. Ia sakti mandraguna dan kesaktiannya itu sampai diperebutkan oleh Pandawa dan Kurawa. Di bumi, Semar adalah tokoh yang sederhana namun bijaksana dan berkharisma. Hingga kepada ketiga anaknya pun Semar menurunkan sifat-sifat baiknya.

No comments:

Post a Comment

Silahkan anda komentar, namun secara santun & dengan tidak melakukan komentar spam, terima kasih.