Wednesday, 12 January 2011

Sejarah Singkat Madinah

Sejarah Singkat
Madinah Al-Munawwarah


Masjid Nabawi Madinah Al - Munawwarah
Jakarta - Kota Madinah diantara sejarah dan kamajuan, selamat datang di kota Madinah Al-Munawwarah tempat kembalinya keimanan dan tempat tinggal Rasulullah SAW.

Malam Masjid Nabawi
Dimasa generasi ke 4 dari keturunan Rasulullah Nuh AS, sekelompok gerombolan dari negeri Babil, keluar untuk mencari tempat pemukiman baru, yang pada akhirnya mereka mendapatkan sebuah lahan subur, terlindung oleh gunung-gunung dan bebatuan gunung berapi yang ada disekitarnya, kemudian mereka menetap ditempat itu, lalu mereka membangun sebuah perkampungan kecil dan diberinama oleh pemimpin mereka “Yatsrib, maka berkembanglah Yatsrib.

Beberapa riwayat menyebutkan, bahwa penduduk kaum Amali keturunan dari Nabi Nuh AS, telah bertempat tinggal disana pada abad ke 23 sebelum Hijrah serta menyebutkan bahwa Madinah terikat hubungan dengan kerajaan Main’niyah pada abad ke 12 sebelum Hijrah, beberapa relif yang berhasil ditemukan, menunjukkan bahwa abad ke 11 sebelum Hijrah, Yatsrib selama 10 tahun berada di bawah kekuasaan Raja Babilion yang tempat tinggal di Taima.

Pada abad ke 5 sebelum Hijrah kaum jahudi yang telah diporakporandakan oleh Romawi berdatangan ke Yatsrib, demikian pula  suku Ous dan Hojrod juga berdatangan dari Yaman serta turut menetap di Yatsrib pada abad ke 3 sebelum Hijrah.

Sepanjang abad yang lalu, berdatangan pula beberapa suku yang berdekatan, baik secara rombongan maupun perorangan, maka terbentuklah sebuah masyarakat yang beraneka ragam di Yazrid, masyarakat petani yang ulet, perkebunan kurma, ladang sayuran dan buah-buahan mulai tersebar diseluruh penjuru Yatsrib.

Gerbang Raudoh Madinah
Sehingga kafilah-kafilah dagang yang berpindah-pindah antara negeri Syam dan  Yaman singgah ke Yatsrib untuk membekali diri dengan airnya yang jernih dan kurmanya yang istimewa serta melalukan tukar menukar barang dengan penduduk setempat.

Kota Yatsrib kini menjadi semakin makmur, dan pada tahun 120 sebelum Hijrah, terjadi  peperangan antara suku Ous dan suku Hojrod, yang semua itu tidak lepas dari muslihat dan tipu daya kaum jahudi, peperangan yang terjadi bekali-kali, yang dikobarkan oleh  rasa iri dan dendam, membuat kehidupan menjadi kacau serta menyebabkan kebanyakan orang merasa jemu dengan keadaan yang ada, sehingga mereka dengan penuh rasa sabar menunggu terjadinya sebuah perubahan dan mencari jalan keluar, benih jalan keluar dan perubahan mulai muncul pada tahun 3 sebelum Hijrah, ketika pada musim haji beberapa orang dari suku Hojrod bertemu dengan Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah SAW mendakwai mereka untuk memeluk Agama Islam dan membacakan beberapa ayat-ayat Al-Quran kepada mereka.

Makam Nabi Muhammad SAW Madinah
Akhirnya sebahagian dari mereka mengatakan kepada sebahagian yang lainnya, “Wahai kaumku ketahuilah, demi Allah, sungguh dia adalah Nabi yang dijanjikan oleh orang-orang jahudi, jangan sampai mereka mendahului kalian kepadanya”, kemudian mereka berkata kepada Rasulullah SAW, kami tinggalkan kaum kami  dan  sebahagian  diantara mereka sedang terjadi permusuhan serta perpecahan yang sangat dahsyat, mudah-mudahan Allah SWT dengan Mu mempersatukan mereka, kemudian mereka kembali ke Kota Yatsrib dalam keadaan beriman.

Pada tahun berikutnya, 10 orang dari suku Hojrod dan 2 orang dari suku Ous berjumpa dengan Rasulullah SAW, kemudian mereka menyatakan keislaman dan membai’at Rasulullah, dan ini menjadi bai’at aqobah pertama, Rasulullah SAW mengutus Mus’ab ibnu Ummair bersama mereka untuk mendakwai penduduk Yazrid, baik mendatangi rumah-rumah mereka atau diperkebunan-perkebunan untuk memeluk Agama Islam, akhirnya berkat Mus’ab sebahagian dari mereka mendapatkan hidayah, diantaranya sebahagian pemimpin suku Ous dan Hojrod.

Depan Masjid Nabawi Madinah
Pada musim hajinya berikutnya 70 orang berangkat menemui Rasulullah SAW untuk membai’at Rasulullah pada ba’it aqobah yang ke dua, mereka mengajak Rasulullah SAW dan para sahabatnya berhijrah dari Makkah ke Madinnah, untuk bersama-sama membangun masyarakat islam pertama, kemudian kaum Muslimin mulai berhijrah menuju Kota Madinah. Berikutnya Rasulullah SAW dan sahabatnya Abu Bakar As-Siddiq juga turut berangkat berhijrah, yang mana beliau bagaikan bulan purnama yang datang menerangi Kota Madinah. (AC/JI)

1 comment:

Silahkan anda komentar, namun secara santun & dengan tidak melakukan komentar spam, terima kasih.