Wednesday, 29 December 2010

Asal Fotografi


Sejarah Singkat Fotography
Fotografi (photography) berasal dari bahasa Yunani, dari kata photos yang berarti cahaya dan kata graphein yang berarti menggambar. Jadi fotografi secara umum dapat diartikan dengan melukis dengan cahaya. Cahaya dan pencahayaan tidak terlepas dalam dunia fotografi, tanpa cahaya seorang fotografer tidak akan dapat membuat suatu karya fotografi. Tehnologi fotografi sudah dikenal sekitar 165 tahun lalu, namun demikian sejarah pembuatan gambar 2 dimensi yang dihasilkan dengan bantuan cahaya sudah tercatat ada, sejak sebelum tahun Masehi. Dalam buku The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991, disebutkan pada abad ke 5 sebelum Masehi. Mo Ti sudah mengamati bahwa pada ruangan yang gelap dan di dindingnya terdapat lubang, dari lubang dinding tersebut akan tereflesikan pemandangan yang ada di luar ruang secara terbalik. Sayangnya hanya sebatu itu informasi yang bisa di dapat seputar sejarah awal fotografi.

Baru pada tahun 1839 dinyatakan secara resmi, sebagai tahun terobosan tehnologi fotografi dan kalau kita mendengan kata “Fotography”, tidah terlepas dari seorang pria berkebangsaan Perancis, bernama Louis Jacques Mande Daguerre. Pria kelahiran Daguerre tahun 1787, di kota Cormeilles, Perancin Utara, berhasil menemukan fotography praktis pada tahun 1830. Pada masa mudanya pria ini adalah seorang seniman, menjelang dewasa ia merancang sebuah diograma, yakni  barisan lukisan pemandangan yang mempesona bagusnya, dan dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya.

Sementara melakoni  pekerjaan tersebut, dia menjadi tertarik dengan pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kuas atau cat, melainkan dengan  kamera.

Tahap  pertama dia merancang suatu kamera yang bisa berfungsi, namun tidak berhasil, tapi  tahun 1827 Daguerre muda yang penuh ambisi bertemu dengan seorang bernama Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang mencoba menciptakan sebuah kamera. Dua tahun kemudian mereka bersatu, namun akhirnya pada tahun 1833 Niepce meninggal.


Selanjutnya Louis Daguerre tetap tekun meneruskan percobaannya dan menjelang tahun 1837 dia berhasil mengembangkan sebuah sistem praktis fotografi yang disebutnya “daguerreotype”, pada tahun 1839 Daguerre memberitahu secara terbuka kepada public, tentang temuannya itu, tanpa  terlebih dahulu mematenkannya.

Sebagai imbalan, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada Daguerre maupun anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerre ini menimbulkan kegemparan dimasyarakat. Daguerre dianggap sebagai seorang pahlawan pada saat itu dan menerima berbagai macam  penghormatan dan penghaegaan, sementara metode “daguerreotype” berkembang dengan cepat serta digunakan oleh masyarakat umum. 

Daguerre meninggal tahun 1851 di kota asalnya dekat Paris, tak banyak penemuan teknologi yang gunakan masyarakat awam pada masa itu, lain halnya seperti fotography, saat itu fhography  digunakan hampir tiap bidang penyelidikan ilmu. Begitu juga di bidang industri dan militer, sarana-sarana vital di kalangan rakyat biasa, hobbi menyenangkan buat berjuta orang. Fotografi ambil bagian dalam penyebaran penerangan bahkan dijadikan alat penipuan untuk mengelabui orang lewat informasi palsu, di bidang pendidikan, jurnalistik dan iklan. Berhubung fotography mampu dengan cepat mengingatkan orang akan masa lampau, bahkan menjadi sarana souvenir juga kenang-kenangan yang tersebar luas.

Tak ada penemuan ilmiah yang dilakukan oleh seseorang secara sendirian tanpa adanya  petunjuk atau bantuan dari orang-orang sebelumnya seperti Daguerre. “Kamera obscura” (alat serupa dengan kamera tetapi tanpa film) telah ditemukan orang delapan abad ke 16 jauh sebelum Daguerre menemukan penemuannya.  Dialah Girolamo Cardano yang menemukannya, membuat langkah menempatkan lensa di muka “kamera obscura” terbuka. Ini merupakan langkah penting menuju lahirnya kamera modern, tetapi karena bayangan yang dihasilkan tidak tahan lama, maka sulitlah dianggap sebuah fotografi.


Penemuan pemula lainny, ditemukan tahun 1727 oleh Johann Schulze yang menemukan bahwa garam perak sangat sensitif terhadap cahaya, meskipun dia gunakan penemuan ini untuk membuat gambar sementara, Schulze tak punya gambaran bagaimana semestinya meneruskan gagasannya.

Pendahulu yang dekat dengan apa yang berhasil diperbuat Daguerre adalah Niepce yang kemudian menjadi partnernya. Sekitar tahun 1829 Niepce menemukan batuan tebal hitam dari Judea, sejenis aspal, sangat peka terhadap cahaya, dengan menggabungkan benda peka cahaya dengan “kamera obscura,” Niepce berhasil membuat foto pertama di dunia (salah satu yang dijepretnya tahun 1826 masih ada hingga sekarang). Atas dasar itu, beberapa orang menganggap Niepce-lah yang layak dianggap sebagai penemu fotografi. Tetapi sistem fotografi Niepce sepenuhnya tidak praktis karena memerlukan tidak kurang dari delapan jam untuk pengambilannya dan itu pun cuma menghasilkan gambar yang buram.

Kamera resmi Daguerre yang diprodusi iparnya, Alphonse Girous, dibubuhi cap yang berbunyi : “Tanpa tanda tangan M. Daguerre dan tanda M. Giroux, tidak terjamin.”karena itu punya arti praktis yang berlebih.

Pada metode Daguerre, gambar direkam di atas lembar yang berlapis “iodide perak”. Waktu pengambilan yang dibutuhkan antara 15-20 menit sudah cukup memadai, walaupun cukup sulit membawanya  karena berat, namun sangat berguna. Dua tahun sesudah Daguerre mempertunjukkan ciptaannya di depan umum, orang-orang memberikan usulan  penyempurnaan penambahan “cairan perak” pada “iodide perak” yang peka cahaya. Perubahan kecil ini punya pengaruh banyak mengurangi waktu yang diperlukan buat pemotretan.

Sesudah Daguerre mengumumkan secara terbuka hasil penemuan fotografinya pada tahun1839, William Henry Talbot, seorang ilmuwan Inggris, memberitahukan pula bahwa dia telah mengembangkan metode fotografi lain, lewat cara pencetakan negatif, seperti dilakukan orang sekarang ini. Perlu diketahui dan sebagai catatan bahwa Talbot sesungguhnya sudah memprodusi alat potret di tahun 1835, dua tahun sebelum keluarnya model Daguerre. Karena Talbot banyak melibatkan diri dalam pelbagai proyek, jadi secara tidak secara terus meneruskan melakukan eksperimen fotografinya. Kalau saja hal ini dilakukannya, bisa jadi dia lebih dahulu memprodusi alat potret yang komersil sebelum Daguerre, dan bisa dianggap sebagai penemu fotografi.

Sesudah masa-masa Daguerre dan Talbot, orang terus melakukan penyempurnaan, yakni dengan melakukan berbagai uji coba dengan : proses lembaran basah, proses lembaran kering, rol film modern, film berwarna, film bioskop, polaroid dan xerografi. Kendati banyak orang yang terlibat dalam pengembangan fotografi, Louis Daguerre-lah orang yang paling banyak memberi sumbangan tenaga dan pikiran. Tak ada sistem yang patut dipakai sebelum Daguerre, karena  sistem yang dikembangkannya paling praktis serta paling diterima secara luas. Lebih dari itu, penyebaran berita  yang luas dari hasil penemuannya, merupakan daya dorong yang kuat buat penyempurnaan-penyempurnaan tehnik photography selanjutnya. Memang benar, fotografi yang kita kenal di zaman modern sekarang jauh berbeda dengan apa yang diprakarsai Daguerre, namun andaikan tidak ada penyempurnaan di bidang photography pada zaman modern ini, apa yang dikukan oleh Daguerre sudah dapat dimanfaatkan.

Dari Berbagai Sumber

1 comment:

  1. Hello, the whole thing is going well here and ofcourse every
    one is sharing data, that's in fact good, keep up writing.

    My homepage: Payday Loans

    ReplyDelete

Silahkan anda komentar, namun secara santun & dengan tidak melakukan komentar spam, terima kasih.